Kesombongan Hambat Manusia Masuk Surga

Sombong merupakan sifat yang dimiliki manusia dengan menganggap dirinya lebih dengan meremehkan orang lain. Sifat ini adalah dosa besar namun ternyata banyak dilakukan manusia. Padahal seseorang tidak ada akan masuk surga jika ada kesombongan dalam hatinya.

Sifat ini hanya boleh dimiliki Allah SWT pemilik alam semesta.Nabi Muhammad SAW bersabda : “Tidak akan masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya ada seberat zarrah dari kesombongan.”


Allah Ta’ala telah mengeluarkan Nabi Adam ‘Alaihis salam dan istrinya dari surga karena mengikuti hawa nafsu. Allah telah mengingatkan mereka apa yang dilarang dan apa yang dibolehkan, namun keduanya mengikuti bisikan setan. Tapi akhirnya mereka mendapatkan ampunan dari Allah sebab akui dosa, sungguh-sungguh bertaubat dan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya.

Namun Iblis laknatullah diharamkan masuk ke dalam surga dan terjamin olehnya neraka jahannam, sebab berperilaku sombong. Bermula dari keengganannya menghormati Nabi Adam ‘Alaihis salam dengan bersujud, merasa diri lebih baik, hingga dinobatkan sebagai sosok yang kelak mencari sebanyak mungkin pengikut untuk dijerumuskan ke dalam neraka.

Iblis adalah makhluk yang paling laknat dengan kesombongan yang sangat luar biasa. Ia merasa paling hebat dan tiidak mau mengakui kebaikan orang lain. Karenanya, ia terlaknat dan dinobatkan sebagai musuh paling nyata umat manusia. Sebab kesombongannya itu, ia diharamkan masuk ke dalam surga.

Mari kita renungkan. Apakah ada sifat Iblis ini didalam hati kita? Apakah dengan memiliki wajah yang sangat elok, paling kaya dan memiliki mobil bahkan rumah yang besar kita merasa lebih baik dari orang lain?

Apakah hanya karena kita paling rajin bolak-balik ke masjid menghadiri shalat berjamaah, senantiasa berada di shaf terdepan, bersegera mendatangi masjid seketika setelah adzan, senantiasa menyempurnakan wudhu, dan tidak ketinggalan takbir pertama imam kemudian berhak memicingkan mata terhadap saudara muslim yang sering terlambat shalat berjamaah? Apakah hanya karena itu, kita merasa layak dimuliakan oleh orang lain, kemudian memiliki hak prerogatif untuk membenci dan berlaku sinis kepada mereka yang belum mendapatkan hidayah?

Jikalau demikian, tidak ada bedanya sikap kita dengan sikap Iblis. Bukankah iblis yang telah beribadah ribuan tahun langsung divonis neraka sebab sekali menolak perintah Allah Ta’ala dengan kesombongannya? Apakah diri yang baru tahunan atau puluhan tahun itu akan selamat dari neraka jika berperilaku sombong lebih sering daripada Iblis?

Ingatlah baik-baik pesan Nabi yang mulia. Hafalkan, cermati, dan jadikan ia sebagai pegangan hidup. Bahwa Nabi telah sampaikan nasihat sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim:

"Sebab, hanya Allah Ta’ala yang layak bersikap demikian. Dialah Yang Mahabesar dan Mahakuasa."

0 Response to "Kesombongan Hambat Manusia Masuk Surga"

Post a Comment